MASIHKAH KITA TERSENYUM
















Masihkah Kita Tersenyum

Oleh: Agust  G Thuru


Setelah cerita kita setahun ini

Nyaris tak temukan kata penutup

Kita  masih menyalami dunia

Dengan iringan detak jantung 

Yang masih biasa saja

Dengan ritme penuh kepasrahan


Gelisah dan ketakutan

Rindu dan harapan

Kita rekat di sanubari

Menjelma jadi doa pengharapan

Agar episode pertama ini

Segera tiba di bait penutup 


Kalau cerita kita ini masih berlanjut 

Kita  harus tanya pada langit

Pada bulan dan bintang 

Dan kepada angin serta hujan

Masih adakah waktu untuk kita

Tersenyum di episode berikutnya?


Sebab palu kematian sangat dekat

Peti jenasah selalu siap di tempat

Virus mematikan tak pilih kasih 

Ia meremuk di saat kita terlena

Menguburkan senyum kita

Jauh dari tanah kuburan


Denpasar, 24 O2 2021

Komentar