LENYAPKAN KUSTA KESOMBONGAN

 Lenyapkan Kusta Kesombongan Kami

Oleh: Agust G Thuru

Bacaan Injil Markus 1 : 40 – 45

Hari Minggu Biasa VI

 

Sekali peristiwa seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus  dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau  dapat mentahirkan aku” (Markus 1 : 40)


Tuhan, firman hari ini mengisahkan

Seorang yang sakit kusta datang pada-Mu

Berlutut di hadapan-Mu mohon bantuan

Agar Engkau mau mentahirkan dirinya

Engkau pun tergerak hati oleh belaskasihan


Hari ini kami belajar dari reaksi-Mu

Engkau menanggapi permintaannya

Dengan menjamah orang kusta itu 

Dan berkata:”Aku mau, jadilah engkau tahir”

Penyakit kusta pun lenyap dan ia menjadi tahir



Tuhan, hari ini dunia dihinggapi sakit

Banyak mulut terserang kusta

Sehingga sulit mengatur kata-kata

Cenderung mengucapkan kebohongan

Menyebarkan ucapan kebencian


Hari ini banyak mata terserang kusta

Sehingga sulit melihat sesama

Sebagai ciptaan yang setara 

Cenderung menutup mata dari realitas

Menutup mata dari penderitaan sesama


Hari ini banyak telinga terserang kusta

Sehingga sulit mendengar dengan benar

Suara-suara yang diucapkan di sekitarnya

Tak mampu membedakan suara kebenaran

Bahkan taat pada suara penuh kebohongan


Hari ini banyak hati terserang kusta

Sehingga tidak mampu turut merasakan

Penderitaan yang dihadapi oleh sesama

Cenderung memperberat penderitaan

Dengan upaya penyingkiran dan isolasi


Maka kami mohon kepada-Mu

Jamahlah  kami setiap saat

Dan katakan: “Aku mau mentahirkan kamu”

Agar tubuh dan jiwa kami terbebas

Dari  kuasa kesombongan yang menghancurkan


Tuhan, sayangilah mereka yang sakit

Dan sembuhkanlah mereka 

Secara khusus kami mohon pada-Mu

Lindungilah hamba-Mu Sr. Virgula Schmitt,SSpS

Hamba pengabdi orang kusta di Manggarai


Semoga kami semakin berani

Melayani orang-orang sakit

Termasuk penderita Covid-19

Jangan biarkan kami menjauhi mereka

Dekatkan kami dengannya melalui doa, Amin!


Denpasar, 14022021

*) Alumni STKIP Widya Yuwana Madiun – Penyuluh Agama Katolik Non PNS Kanwil Kemenag Provinsi Bali

Komentar